Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 16, 2016

Kebangkitan Minat Baca Merupakan Syarat Kebangkitan Nasional

Peta sejarah Indonesia berubah ketika munculnya kaum terpelajar dari kalangan kaum pribumi awal abad 20. Robert Van Niel dalam bukunya “Munculnya Elite Modern Indonesia”, menyebut kaum terpelajar ini dengan istilah Kelompok Elit Modern. Ia mengatakan: “Dua puluh lima tahun pertama dari abad ke dua puluh muncul suatu pertumbuhan dan perkembangan Indonesia yang pada zaman itu disebut Hindia Belanda, yang tidak dapat diduga sebelumnya”.

Jumat, Mei 06, 2016

Malapetaka “Pendidikan”


“Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh”

(Albert Einstein 1879-1955)



Tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai hari pendidikan. Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang jasa seorang pahlawan pendidikan yakni Ki Hajar Dewantara. Entah apakah hanya sebatas seremonial belaka atau benar-benar merenungi buah pemikiran tokoh tersebut.

Sabtu, November 28, 2015

Pembelajaran Sejarah di Abad 21




“Belajar sejarah itu membingungkan!
Banyak kontoversi! Banyak versi! Sarat dengan kepentingan!”.

Pasca Orde Baru (Orba) lengser tahun 1998 hingga saat ini (tahun 2015) Indonesia berupaya menjadi negara yang demokratis. Kebebasan berekspresi lebih terjamin dibandingkan rezim sebelumnya. Dahulu orang tidak berani ngomong yang pedes-pedes kepada pemerintah. Rupanya stabilitas nasional benar-benar telah diamalkan secara nyata oleh pemerintah Orba saat itu. Pemerintah benar-benar mampu mengedalikan rakyat. Rakyat harus manut sama maunya pemerintah. Kalau enggak manut, ya siap-siap diciduk, diamankan, oleh intel-intel yang berkeliaran. Paling ngeri dibilang subversif atau PKI. Pemerintah Orba memang hebat dalam hal mengendalikan informasi. Monopoli informasi dilakukan secara ketat. Termasuk belajar , mengajar dan menulis sejarah.

Senin, November 23, 2015

Arsip Sebagai Kekuatan Membangun Peradaban (Versi Edit)



Seorang astronom kenamaan asal Amerika Serikat Carl Sagan (1934-1996) pernah melontarkan penyesalannya; “Seandainya perpustakaan Alexandria tidak dibakar dan tradisi keilmuannya terus berlanjut, maka barangkali sosok Albert Einstein sudah muncul lima abad yang lalu. Atau mungkin malah seorang Einstein tidak akan pernah ada, sebab perkembangan ilmu pengetahuan yang integral dan menyeluruh sudah terjadi, dan mungkin pada akhir abad keduapuluh Masehi ini, sedikit saja umat manusia yang masih tinggal di bumi, karena sebagian besar telah menjelajah dan mengkoloni bintang-bintang, dan telah beranak-pinak sampai mencapai miliaran jiwa!. Kalau pada tahap sekarang ini kita baru memasuki era globalisasi dengan adanya kemudahan transpotasi berkat pesawat-pesawat jumbo, maka jika seandainya pusat ilmu di Mesir itu tidak dibakar kaum fanatik, dan warisan ilmiahnya berkembang terus tanpa terputus, kita sekarang sudah memasuki era antar bintang (interstellar era), dengan kapal-kapal ruang angkasa yang berseliweran di atas orbit bumi, dan dengan nama-nama kapal yang tidak dalam bahasa Inggris seperti kebanyakan sekarang, tapi dalam bahasa Yunani!”.

Arsip Sebagai Kekuatan Membangun Peradaban (Versi Lengkap)

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dikerjakan untuk hari esok”
(Q.S Al-Hasyr: 18)

Seorang astronom kenamaan asal Amerika Serikat Carl Sagan (1934-1996) pernah melontarkan penyesalannya; “Seandainya perpustakaan Alexandria tidak dibakar dan tradisi keilmuannya terus berlanjut, maka barangkali sosok Albert Einstein sudah muncul lima abad yang lalu. Atau mungkin malah seorang Einstein tidak akan pernah ada, sebab perkembangan ilmu pengetahuan yang integral dan menyeluruh sudah terjadi, dan mungkin pada akhir abad keduapuluh Masehi ini, sedikit saja umat manusia yang masih tinggal di bumi, karena sebagian besar telah menjelajah dan mengkoloni bintang-bintang, dan telah beranak-pinak sampai mencapai miliaran jiwa!. Kalau pada tahap sekarang ini kita baru memasuki era globalisasi dengan adanya kemudahan transpotasi berkat pesawat-pesawat jumbo, maka jika seandainya pusat ilmu di Mesir itu tidak dibakar kaum fanatik, dan warisan ilmiahnya berkembang terus tanpa terputus, kita sekarang sudah memasuki era antar bintang (interstellar era), dengan kapal-kapal ruang angkasa yang berseliweran di atas orbit bumi, dan dengan nama-nama kapal yang tidak dalam bahasa Inggris seperti kebanyakan sekarang, tapi dalam bahasa Yunani!”.

Kamis, Agustus 13, 2015

Mitos Dan Rasa Takut



Beberapa waktu yang lalu saya melihat ular di dekat motor saya. Ularnya kecil namun ukurannya panjang. Tubuhnya berwarna hitam dengan motif kuning-kuning bergaris. Entah itu ular jenis apa saya tidak paham. Saya takut sekali dan saya pun lalu menghindar dengan ekspresi ketakutan. Jika melihat ular, saya tiba-tiba menjadi takut sekali. Sudah lama saya merasa takut sama hewan melata yang satu itu. Mungkinkah saya mengalami trauma? Saya juga kurang tahu. Yang pasti jika bertemu dengan ular saya merasa geli saja.

Senin, Juli 06, 2015

Mengakhiri Mitos Islam Versus “Barat” Sejak dari Pikiran

Tahun 1996 Samuel Philip Hutington atau biasa dikenal Samuel P. Hutington menerbitkan buku yang berjudul Clash of Civilization And The Remaking New Order yang dalam bahasa Indonesia berarti “Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia”.

Kamis, Juli 02, 2015

Andai Pemerintah Indonesia Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Amerika Serikat resmi menjadi negara ke-23 yang melegalkan pernikahan sesama jenis (Same Sex Marriage). Bagiku kebijakan itu benar-benar merendahkan martabat manusia. Kalau alasannya karena melindungi hak sekelompok orang yang “sakit” secara biologis tentu sulit Aku terima. Apalagi beralasan karena melindungi haknya secara sosial. Bagiku alasan-alasan tersebut sangat tidak tepat. Andaikan pemerintah Indonesia juga menerapkan hal yang serupa, Aku akan memberikan beberapa argumen yang dengan tegas menolak kebijakan tersebut.

Rabu, Januari 28, 2015

Sosial Media dan Masa Depan Generasi Muda


Pada abad 21 ini, generasi muda kita dihadapkan pada keadaan yang begitu kompleks. Komplesitas kehidupan yang di hadapi ini mungkin tidak terbayangkan oleh manusia yang lahir dan tumbuh di era 60, 70, 80, bahkan 90-an.  Globalisasi sebagai sebuah fenomena telah menjerat semua negara tak terkecuali Indonesia. Majunya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seakan menihilkan ruang dan waktu, sehingga informasi masyarakat di berbagai belahan dunia bisa di akses dalam waktu hitungan detik. Benturan kebudayaan semakin tak terelakkan. Siapa yang mampu mendominasi teknologi informasi, bisa dipastikan adalah aktor utama dalam mengendalikan perubahan sosial dalam masyarakat. 

Jumat, Juli 04, 2014

Saat Hedonisme, Pragmatisme, Meracuni Dunia Pendidikan


Saya tidak habis pikir dengan munculnya sekolah-sekolah swasta yang menyediakan “jasa” kuliah super singkat untuk mengejar gelar. Kok bisa-bisanya pemerintah memberikan izin kepada lembaga-lembaga tersebut?. Bukankah tujuan utama didirikannya lembaga pendidikan adalah untuk melahirkan manusia yang berkebudayaan?. Dari niatnya saja sudah tercium pekat aroma pragmatisme. Bukan ilmu pengetahuan yang di kembangkan dalam lembaga itu akan tetapi “dagang sapi” belaka. Bagaimana mungkin kepalsuan ini dipelihara secara nyata di negeri ini?

Rabu, Juni 25, 2014

Imajinasi Kematian 2



Kematian  merupakan kepastian. Kematian berlaku bagi semua makhluk Allah. Yang tua maupun muda, yang kaya maupun miskin, pejabat maupun rakyat jelata, yang pandai maupun yang belum pandai, yang berkulit hitam ataupun yang putih. Semuanya yang bernyawa pasti akan mati. Yang saat ini sedang gagah-gagahnya lambat laun akan rapuh, menua lalu mati. Yang saat ini sedang berbangga-bangga dengan hartanya, kecantikannya, kekuasaanya pun lambat laun akan hilang dimakan usia. Mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela, jika sudah waktunya, tidak ada yang mampu menunda, tidak ada yang mampu bernegosiasi dengan ajal.

Rabu, April 02, 2014

Nyanyian dan Mentalitas Anak Muda




Saya percaya setiap orang pernah bernyanyi dalam hidupnya. Bernyanyi merupakan salah satu bentuk pengungkapan jiwa manusia yang tergolong bagian dari kebudayaan.  Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar (Koentjaraningrat, 2000).  

Minggu, Februari 23, 2014

Imajinasi Kematian


Hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kematian seseorang. Kematian memang selalu menyisakan misteri yang tak berkesudahan. Misteriusnya kematian tersebut memunculkan respon yang beragam dikalangan umat manusia. Beragamnya respon tersebut berdasarkan tingkat kemampuan berpikir masyarakat yang beragam dalam memahami kematian. Apa kematian itu?

Sabtu, Februari 22, 2014

"Maskulinisasi" Kaum Perempuan


Pujian positif terhadap kemandirian kaum perempuan dalam menghidupi keluarga terkadang menimbulkan salah persepsi. Sekilas ada perasaan bangga melihat sosok perempuan yang mampu menghidupi keluarga membanting tulang bekerja seharian (singgle fighter). Apalagi tidak tanggung-tanggung pekerjaan yang lakoni adalah pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh kaum laki-laki.